Cerita Sukses

360_F_229326775_dv1D8QAGaIpyrhnniBjmQZcVDwxkhPVA

Cerita sukses negosiasi BPR

Gagalnya penyitaan asset dari bunga BPR : kisah Diana

By karisa solusi l Oktober 5, 2023

Diana adalah ibu dari 2 anak-anak yang ditinggal wafat suaminya dan harus mencari nafkan untuk anaknya, dikarenakan belum menikah lagi. Tetapi diana masih memiliki hutang ke pihak BPR semasa peninggalan suaminya karna untuk membikin kontrakan. Pada akhirnya bpr diana macet selama 14 bulan dan tidak adanya pihak BPR yang menagih ke pihak diana dan juga diana tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar angsuran bulanan.

Akhirnya pihak BPR mendatangi rumah bu diana dan memberikan rincian tagihan pokok dan bunga serta denda yang tidak masuk akan disebabkan bunganya melebihi pokoknya, diana dilema akan hal ini dan berusaha untuk tetap ingin melunasi dan mengambil agunan yang dijaminkan ke pihak BPR.

Diana berkonsultasi dengan teman dekatnya yang ternyata teman dekat diana adalah klien karisa yang sudah 8 bulan lalu di bantu oleh tim kami, akhirnya teman dekat diana merekomendasikan karisa untuk segera berkonsultasi dan memberikan kontak karisa dengan diana.

Ketika diana berkonsultasi dengan tim kami dan kami mengumpulkan bukti kwintasi angsuran dan rincian pinjaman dan perjanjian, maka disimpulkan bahwa BPR tersebut mengenakan suku bunga di atas kewajaran aturan pemerintah.

Tiba saat diana ingin dibantu dengan tim karisa maka kontrak kerja dilakukan dan di tanda tangan oleh diana tim karisa segera membantu dalam meringankan hutang dengan pelunasan sekali bayar maka dapatlah pembayaran hanya pokok nya saja dan ditambah 2 persen bunga, penurunan total bunga yang sangat signifikan.

Setelah diana mendapatkan berita acara untuk mengambil agunannya di pusat segera diana mengambil libur kerja satu hari untuk mengambil agunannya, dengan semangat dan senang akhirnya diana mengucapkan banyak terimakasih dengan tim karisa.

Kisah diana adalah contoh nyata pembelajaran bahwa ketika pengajuan ke BPR harus di cek dahulu suku bunga biaya denda dan kepatuhan BPR terhadap aturan OJK agar tidak terjerumus ke BPR yang salah dan seenaknya dalam mengenakan suku bunga ketika nasabah dalam keadaan sulit pun.

Posted in